1)
Ambil motherboard
dan letakkan di tempat yang aman. Persiapkan peralatan dan buku manual dari
masing komponen PC. Baut motherboard dengan papan casing, sehingga akan lebih
kuat dan aman.


Gambar 16. Motherboard
2)
Pasanglah processor pada tempatnya
(soket-nya) perhatikan tanda pada processor harus ditempatkan sesuai dengan
tanda yang ada pada soket tersebut (tidak boleh terbalik). Kuncilah tangkai
pengunci yang biasanya terdapat disisi soket processor. Perhatikan kode titik
atau sisi processor dengan bentuk miring merupakan petunjuk agar bagian
processor itu dipasang pada bagian slot yang memiliki tanda sama. Bacalah
dengan baik manual processor dari pabriknya Apabila anda kurang hati-hati atau
terbalik memasang processor ini bisa berakibat fatal. Bila anda ragu sebaiknya
pada saat membeli motherboard bisa anda tanyakan kepada penjualnya. Kemudian
pasanglah kipas pendingin diatasnya. Pada produk processor terakhir sudah
dilengkapi dengan kipas pendingin.


Gambar
17. Pemasangan Prosesor
3)
Pasanglah memori RAM pada tempatnya
dengan baik, perhatikan sudut memori yang biasanya berlekuk harus ditempatkan
pada tempatnya secara hati-hati. Apabila anda terbalik memasangnya, maka memori
akan sulit dimasukan. Pada jenis memori SDRAM, dudukan memori di motherboard
memiliki pengunci yang akan bergerak mengunci bersamaan dengan masuknya memori
ke dalamnya.



Gambar
18. Pemasangan RAM
4)
Masukan motherboard ke dalam cashing
(kotak komputer), kaitkanlah pengait plastik yang biasa disediakan oleh pabrik
cashing, ke dalam lubang yang terdapat pada motherboard. Pada sudut yang
memungkinkan anda tempatkan baut, bautlah motherboard tersebut pada cashing
untuk menghindarkan terjadinya pergeseran motherboard pada waktu anda
memindah-mindahkan CPU nantinya. Sebaiknya hati-hati memasang motherboard pada
cashing karena bentuknya tipis kecil dan memiliki rangkaian elektronik yang
rumit.

Gambar
19. Memasukkan Motherboard dalam Casing
5)
Pasanglah kabel khusus catu daya
motherboard yang ada pada prower suply (biasanya dituliskan P8 dan P9), kabel
berwarna hitam dari kedua konektornya harus dipasang berdampingan. Apabila anda
mempergunakan jenis motherboard jenis ATX, pasanglah kabel power khusus
tersebut pada slot power khusus ATX yang terdapat pada motherboard tersebut.


Gambar
20. Pemasangan Kabel pada Motherboard
6)
Pasanglah hard disk, floppy drive pada
tempat yang telah tersedia dalam cashing CPU, kencangkan dudukannya dengan baut
secara hati-hati. Bila ada CD ROM drive, pasangkan pula alat ini secara
hati-hati dan dikencangkan dengan baut. Perlu diperhatikan untuk CD-ROM dan hard
disk jumper terpasang dengan benar, karena akan mengindentifikasikan sebagai
master atau slave, akrena jika salah hard disk atau CD-ROM tidak akan
terdeteksi.


Gambar
21. Pemasangan Kabel dan Jumper





Gambar 22. Pemasangan
Harddisk, Disk Drive, dan CD ROM pada Casing
7)
Sambungkan kabel dari power suply ke
slot power yang terdapat di hard disk, flopy drive dan CD ROM drive. Perhatikan
sudut konektor plastiknya pada kabel tersebut biasanya sudah dirancang pas sesuai
dengan dudukan yang terdapat pada hard disk, flopy drive atau CD ROM drive.
Bila anda memasang konektor ini terbalik, maka pada saat anda memasukan
konektor tersebut akan terasa sedikit sulit. Segeralah cabut konektornya dan
masukan kembali pada posisi yang tepat.



Gambar
23. Pemasangan Kabel Power pada Harddisk, Disk
Drive, dan CD ROM
8)
Sambungkan kabel pita (kabel data) pada
dudukan hard disk, flopy drive dan CD ROM drive. Kabel ini berfungsi untuk
menghubungkan peralatan tersebut ke motherboard. Perhatikan sisi kabel berwarna
merah harus ditempatkan pada kaki nomor satu (lihat keterangan yang dituliskan
pada hard disk atau flopy drive ataupun CD ROM drive). Bila terbalik
memasangnya komputer tidak akan bekerja baik dan dapat merusakan
peralatan-peralatan tersebut. Kabel yang terpasang ke flopy drive lebih sempit
bila dibandingkan kabel penghubung hard disk ataupun CD ROM drive. Kabel
penghubung hard disk dan CD ROM drive sama ukurannya. Untuk kabel Pita strip
merah pada pinggir kabel menandakan no:1.


Gambar
24. Pemasangan Kabel Data
9)
Sambungkan kabel dari flopy drive ke
slot untuk flopy drive, demikian pula sambungkan kabel dari hard disk ke slot
IDE nomor 1, dan kabel dari CD ROM ke slot IDE nomor 2. Perhatikan juga agar
sisi kabel berwarna merah harus menempati kaki nomor satu pada tiap slot. Anda
bisa melihat keterangan yang tertulis di motherboard ataupun di manual
motherboard.
Gambar
25. Slot Disk Drive, Hard disk dan CD ROM
10) Pasanglah
VGA card pada slotnya, bila anda memiliki card dari jenis ISA, anda harus
menempatkan card tersebut pada ISA slot bus di motherboard. Bila anda memiliki
card VGA jenis PCI, anda harus pasangkan card tersebut pada slot bus PCI di
motherboard. Tetapi jika VGA berupa VGA onboard, tinggal mengatur dalam BIOS.
Gambar
26. Pemasangan VGA Card pada Motherboard
11) Pasang
expansion card tambahan pada PCI maupun ISA. Expansion card dapat berupa LAN
card sound card , TV tunner card, video capture dan lain-ain. Setelah itu
kencangkan dengan baut denag dudukan casing PC.

Gambar
27. Mengencangkan Epansion Card pada Casing
12) Hubungkan
konektor kabel penghubung tombol "Reset" ke pin "Reset"
yang terdapat pada motherboard. Hubungkan pula konektor kabel penghubung
speaker ke pin bertuliskan speaker yang ada pada motherboard. Sering ditulis
dengan kode LS. Beberapa cashing telah dilengkapi pula kabel lampu indikator
berikut kabel penghubungnya lengkap dengan konektornya agar perakit komputer
tinggal menghubungkan saja ke motherboard.

Gambar
28. Memasang Tombol-tombol Casing
13) Pasanglah
kabel data dari monitor ke slot yang terdapat di card VGA, perhatikan
konektornya memiliki 3 deretan kaki yang tersusun rapi, dengan konektor
berbentuk trapesium.
14) Pasangkan
konektor keyboard ke slot keyboard yang terdapat di motherboard. Dan perangkat
yang lain.

Gambar
29. Terminal untuk I/O Motherboard
15) Pasangkan
kabel listrik (power) dari layar monitor ke slot power yang terdapat di bagian
belakang power suply yang telah terpasang pada cashing CPU. Bila konektornya
tidak cocok, anda dapat memasang kabel listrik tersebut ke jala-jala listrik
rumah anda. Anda akan membutuhkan T konektor untuk membagi listrik ke monitor
dan CPU yang anda rakit. Pasangkan kabel listrik untuk CPU ke slot yang
terdapat pada power suply di bagian belakang cashing CPU.

Gambar
30. Pemasangan Kabel Power
Sekarang anda telah berhasil merakit sebuah Personal
Komputer, tetapi anda belum bisa mempergunakan komputer tersebut. Anda masih
harus mengatur program BIOS, dan memasang (menginstal) program sistem operasi
dan program aplikasi ke dalam hard disknya.
Sebelum anda mengatur program BIOS, anda cek kembali
semua langkah yang telah anda lakukan tadi. Perhatikan posisi "jumper" jangan ada yang salah, demikian
pula processor dan RAM serta kabel-kabel penghubung hard disk, flopy drive dan CD
ROM drive. Setelah anda yakin benar dan sudah
sesuai dengan keterangan yang tercantum dalam manual pabrik dari setiap
peralatan tadi. Anda bisa melakukan pengaturan program BIOS.
0 komentar:
Posting Komentar